PENDAHULUAN
Picture Exchange
Communication System (PECS) pada awalnya dikembangkan di Delaware Autistic
Program untuk anak-anak dengan autisme. Tujuan utamanya adalah untuk mengajar
anak-anak dengan autisme menginisiasi komunikasi. Selanjutnya, PECS juga
bermanfaat bagi individu dengan kemampuan verbal yang minim, individu dengan
nonverbal atau individu dengan ketidakjelasan wicara yang berat
(unintelligibility speech). PECS bisa diimplementasikan pada anak-anak berumur
dua tahun. Dalam AAC, PECS merupakan low tech
aided AAC.
Selama
pelaksanaan ENAM FASE dari PECS, anak memilih gambar dari berbagai variasi yang
tersedia, kemudian menunjukkan atau memberikan gambar tersebut kepada rekan
komunikasi, misalnya orangtua. Ketika mengetahui permintaan anak, orangtua
kemudian memberikan yang diminta atau memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh
anak dan selanjutnya memberikan reinforcement kepada anak.
FASE
1
Pada fase ini
dibutuhkan dua orang; rekan komunikasi (penerima pesan) dan asisten. Dihadapan anak
terdapat “sesuatu yang ia inginkan”. Saat anak terpicu untuk mengambil objek
yang ia inginkan, rekan komunikasi (misalnya orangtua) menjauhkan objek tersebut
dan meletakkan gambar (mirip dengan objek yang diinginkan anak) di hadapan anak.
Selanjutnya, asisten (yang berada di samping atau belakang anak) membantu anak
dengan memberikan contoh (fully assisted exchange) mengenai bagaimana cara
memberikan gambar ke orangtua, dan setelah itu orangtua memberikan objek yang
anak inginkan. Ketika full assisted exchange dilakukan untuk beberapa kali,
ganti dengan fade physical assistance hingga fade the “open hand” cue. Instruksi
verbal diminimalisir selama fase ini.
FASE
2
Fase ini hampir
sama dengan fase 1, namun di fase 2 tidak menggunakan asisten. Secara pola,
fase 2 sama dengan fase 1. Perbedaannya adalah, jarak antara rekan komunikasi
dengan anak sedikit lebih jauh, sehingga kita dapat melatih anak untuk mencari kita,
mendekati kita dan memberikan gambar kepada kita.
FASE
3
Lanjutan………………!!
Catatan: Sebelum memulai PECS, terdapat beberapa keterampilan prasyarat (prerequisite skill) yang harus dikuasai anak.
All the best
Rexsy Taruna, A.Md TW
Peringatan: Tulisan ini dikutip dari berbagai
referensi dan bertujuan untuk memperkaya pengetahuan para pembaca. Saya tidak
bertanggung jawab atas kesalahpahaman serta salah mempergunakan informasi yang Anda
terima. Jika Anda tidak yakin dengan apa yang tertulis pada tulisan ini, saya
merekomendasikan Anda untuk mempelajari lebih banyak dari sumber lain.
Posting Komentar