A+ A-
PENDAHULUAN
Gangguan bahasa lisan dapat terjadi secara primer dan sekunder. Gangguan bahasa lisan yang terjadi secara primer dikenal dengan diagnosis specific language impairment; sedangkan gangguan bahasa lisan yang terjadi secara sekunder adalah gangguan bahasa lisan yang terjadi akibat kondisi lain, seperti autism spectrum disorder, intellectual disability, traumatic brain injury, landau-kleffner syndrome (acquired childhood aphasia), dan hearing impairment.

SPECIFIC LANGUAGE IMPAIRMENT (SLI)
SLI adalah gangguan perkembangan saraf (neurodevelopmental disorders) yang ditandai dengan adanya; (1) standard score bahasa di bawah 86; (2) dan nonverbal IQ (performance IQ) di atas 85; (3) tidak disebabkan adanya gangguan sensoris, motoris, neurologi (tumor, epilepsy, stroke, dll), rendahnya fungsi intelegensi, dan kurangnya stimulasi lingkungan. SLI juga sering dikenal dengan developmental aphasia (Benton, 1964), developmental language disorders (Tallal, 1988), dan language disorders (APA, 2013).

Kondisi ini (SLI) sering sulit dibedakan dengan late talkers (atau language delay). Berbeda dengan autism spectrum disorder, intellectual disability, traumatic brain injury, landau-kleffner syndrome (acquired childhood aphasia), dan hearing impairment, pada kondisi tersebut kita tidak perlu lagi fokus dengan apakah kemampuan bahasa anak masuk ke dalam kategori delay atau disorder, sebab pada kondisi ini, masalah bahasa yang terjadi sudah masuk ke dalam kategori disorder.

Late talkers (LT). LT bukan merupakan sebuah diagnosis, melainkan sebuah istilah awal yang digunakan karena sebuah diagnosis belum dapat (secara waktu) untuk ditegakkan. LT sedikit banyak sama dengan SLI, sama-sama memiliki standard score di bawah 86 dan nonverbal IQ di atas 85. Beberapa studi mengatakan bahwa LT hanya memiliki masalah pada speaking skill (expressive language), namun ada juga yang menemukan bahwa LT juga memiliki masalah listening skill atau receptive language (Paul, 1993; Thal & Tobias, 1992; Thal, Tobias, & Morrison, 1991).

Belum ada konsensus mengenai bagaimana dan kapan anak dikatakan LT dan SLI. Namun, pada berbagai literatur, SLI digunakan untuk anak usia 4 tahun atau lebih, sedangkan LT digunakan untuk anak usia di bawah 4 tahun (Layton, Caris, Wtson, 2000).

Perbedaan dari SLI dan LT adalah, anak yang disebut LT, ketika pada usia 4 tahun ia akan mengejar ketinggalan berbahasanya, berbeda dengan SLI. Atas dasar hal tersebut, jika menemukan anak di bawah usia 4 tahun yang memiliki standard score bahasa di bawah 86 dan nonverbal IQ di atas 85, kita dapat menggunakan istilah LT, namun ketika usia 4 tahun atau lebih anak tersebut tidak mengejar ketinggalan berbahasanya, maka kita dapat menyebutnya sebagai SLI. Atau, ketika bertemu anak usia 4 tahun atau lebih dengan standard score bahasa di bawah 86 dan nonverbal IQ di atas 85, maka secara otomatis kita menyebut anak tersebut sebagai SLI.


All the best
Rexsy Taruna, A.Md TW


Peringatan: Tulisan ini dikutip dari berbagai referensi dan bertujuan untuk memperkaya pengetahuan para pembaca. Saya tidak bertanggung jawab atas kesalahpahaman serta salah mempergunakan informasi yang Anda terima. Jika Anda tidak yakin dengan apa yang tertulis pada tulisan ini, saya merekomendasikan Anda untuk mempelajari lebih banyak dari sumber lain.



Posting Komentar

 
Top