PENDAHULUAN
Rangkaian asesmen yang dilakukan terapi wicara pada anak yang
diduga mengalami gangguan bahasa bertujuan untuk membuat keputusan klinis
(clinical decision making) seperti; (1) menentukan apakah kemampuan bahasa
berada dalam kategori normal atau abnormal; (2) menentukan tingkat keparahan
gangguan bahasa; (3) menentukan area bahasa spesifik yang terganggu atau
menentukan diagnosis profesional; (4) menentukan rencana penanganan; (5)
menentukan efek dari intervensi; (6) dan terakhir menentukan apakah klien masih
membutuhkan terapi atau tidak. Dalam beberapa literature, terdapat tiga periode
yang terkait dengan asesmen dan intervensi bahasa lisan pada anak usia
presekolah: (1) periode prelinguistic, usia 0 – 17 bulan; (2) periode emerging
language (18 – 35 bulan); dan (3) periode developing language, usia 36 – 83
bulan. Masing-masing periode memiliki fokus yang berbeda-beda dalam hal area
bahasa yang akan diasesmen dan yang akan diintervensi.
PERIODE PRELINGUISTIC (0 – 17 BULAN)
Pada periode ini, yang menjadi fokus asesmen & intervensi adalah:
Feeding skill
liquid, purees, soft chewables, all textures
Oral motor development & vocal skill
suckling reflex, sucking reflex, rooting reflex, phasic bite reflex
Attention to environment & people
Listening skill
vocabulary (noun dan verb)
Speaking skill
vocabulary (noun dan verb)
Communication intention (early intention)
request action, request object, protesting atau rejecting.
Sebelum usia 12 bulan kemampuan ini dominan menggunakan gesture, sedangkan usia
12 – 18 terjadi kombinasi gesture dengan word-like vocalizations
PERIODE EMERGING LANGUAGE (18 – 35 BULAN)
Pada periode ini, bahasa lisan atau spoken language (listening dan
speaking) mulai menjadi fokus asesmen & intervensi, diantaranya adalah:
Communication intention (kombinasi gesture dan verbal)
attention-seeking, requesting, greetings, transferring,
protesting atau rejecting, responding atau acknowledging, informing
Listening skill
semantic (vocabulary, qualitative concepts, spatial concepts);
language structure (morphology & syntax); integrative language
Speaking skill
semantic (vocabulary, qualitative concepts, spatial concepts);
language structure (morphology & syntax); integrative language
Phonological process
PERIODE DEVELOPING LANGUAGE (36 – 83 bulan)
Pada periode ini, bahasa lisan atau spoken language (listening dan
speaking) menjadi fokus asesmen & intervensi, diantaranya adalah:
Communication intention (dominan verbal)
attention-seeking, requesting, greetings, transferring,
protesting atau rejecting, responding atau acknowledging, informing
Listening skill
semantic (vocabulary, qualitative concepts, quantitative concepts,
spatial concepts, sequence concepts); language structure (morphology &
syntax); integrative language, emergent literacy (phonological awareness,
phonological memory, rapid automatized naming, print awareness, alphabet
knowledge, discourse skill)
Speaking skill
semantic (vocabulary, qualitative concepts, quantitative concepts,
spatial concepts, sequence concepts); language structure (morphology &
syntax); integrative language, emergent literacy (phonological awareness,
phonological memory, rapid automatized naming, print awareness, alphabet
knowledge, discourse skill)
Phonological process
Catatan:
Terdapat kesamaan konsep antara communication intention dengan
konsep manding pada verbal behavior approach, yaitu motivasi untuk berkomunikasi
All the best
Rexsy Taruna, A.Md TW
Peringatan: Tulisan ini dikutip dari berbagai referensi dan
bertujuan untuk memperkaya pengetahuan para pembaca. Saya tidak bertanggung
jawab atas kesalahpahaman serta salah mempergunakan informasi yang Anda terima.
Jika Anda tidak yakin dengan apa yang tertulis pada tulisan ini, saya
merekomendasikan Anda untuk mempelajari lebih banyak dari sumber lain.
Posting Komentar